Jumat, Juni 21, 2024
BerandaNewsKeutamaan 10 Hari Pertama Bulan Ramadan, Lengkap Disertai Doanya

Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Ramadan, Lengkap Disertai Doanya

BULAN RAMDHAN Keutamaan 10 hari pertama bulan Ramadan ternyata sangat mulia. Banyak keistimewaan, ibadah, dan amalan-amalan yang dapat dilakukan di 10 hari pertama Ramadan. Meski berat lantaran tubuh yang harus beradaptasi terhadap kebiasaan baru di bulan Ramadan, namun umat Islam pun dapat memperoleh banyak kebaikan di dalamnya.

10 hari pertama dari bulan Ramadan tersebut mulia jika umat Islam mampu beribadah dengan sebaik-baiknya. Tentu saja bukan hanya untuk mendapatkan pahala, namun juga mengharap ridha dan keberkahan dari Allah SWT.

Banyak amalan-amalan yang dapat dilakukan untuk mendapatkan keutamaan 10 hari pertama bulan Ramadan. Beberapa di antara yakni berdzikir, mengerjakan berbagai salat sunnah, serta berdoa kepada Allah meminta kebaikan di dunia dan akhirat kelak.

Lantas, apa saja keutamaan 10 hari pertama bulan Ramadan tersebut? Simak ulasan selengkapnya berikut ini dilengkapi dengan doa-doa hingga 10 hari pertama di bulan Ramadan, dirangkum dari berbagai sumber.

BACA JUGA: 3√ Cara Mengetahui Password WiFi Tetangga Via HP, PC & App 2022

Banyak keutamaan 10 hari pertama bulan Ramadan. Beberapa di antara adalah sebagai berikut:

Terbukanya Pahala saat Bertadarus
Bulan Ramadan merupakan momen saat kitab suci Alquran diturunkan kepada Rasulullah dan menjadi pedoman hidup bagi seluruh umat Islam. Alangkah baiknya jika disaat berpuasa, amalan membaca Alquran juga senantiasa terus dikerjakan.

BACA JUGA: ✔ Higgs Domino RP Apk (Bundle X8 Speeder) Download V. Terbaru 2022

Selain mendapatkan pahala, bertadarus juga dapat menjadi ajang mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebagaimana dalam QS. Al Baqarah berikut,

“Diantara amal kebajikan yang sangat dianjurkan dilakukan di bulan Ramadan adalah tadarus Al-Quran. Tadarus Al-Quran berarti membaca, merenungkan, menelaah, dan memahami wahyu-wahyu Allah SWT yang turun pertama kali pada malam bulan Ramadan.” (QS. Al Baqarah ayat 185).

Ramadan Bulan Penuh Rahmat

Ramadan merupakan bulan penuh berkah, ampunan, dan rahmat bagi siapa saja yang mengejarnya. Di 10 hari pertama Ramadan, pintu rahmat Allah SWT akan senantiasa mulai terbuka bagi hamba-Nya. Seraya dalam hadist riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

“Awal bulan Ramadan adalah Rahmat, pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya ‘Itqun Minan Nar (pembebasan dari api neraka). “

BACA JUGA:

Selain ampunan dan rahmat, siapa pun yang mengerjakan amal salih di bulan Ramadan akan mendapatkan petunjuk dari Allah SWT. 10 hari pertama bulan Ramadan, ada banyak ibadah dan amalan yang dapat dikerjakan.

Keberuntungan dan kebaikan senantiasa akan didapat oleh orang yang menjalankan puasa di hari 10 pertama.

Waktu yang Tepat untuk Berdoa
Bulan suci Ramadan merupakan waktu yang tepat bagi hamba-Nya untuk berdoa kepada Allah SWT. Di antara waktu yang tepat tersebut adalah di saat berpuasa, waktu makan sahur, dan saat terdengar adzan. Dalam 10 hari pertama, ada baiknya untuk terus berdoa serta berzikir mengingat Allah SWT.

Doa 10 Hari Pertama Ramadan
Dilansir dari laman NU online, berikut beberapa doa dari 10 hari pertama Ramadan yang bisa dilafalkan berdasarkan sunah Rasulullah yang diriwayatkan dalam hadist.

BACA JUGA : Gubernur Khofifah Indar Parawansa Dirasa Gagal Pimpin Jawa Timur, KAKI; Presiden Jokowi Jangan Tinggal Diam

Doa Hari Pertama

Allahuma sallimni li Ramadhana, wa sallim Ramadhana li, wa sallimhu minni (HR. At-Thabarani dan Ad-Dailami).

Artinya:

“Ya Allah, selamatkanlah aku (dari penyakit dan uzur lain) demi (ibadah) Bulan Ramadan, selamatkanlah (penampakan hilal) Ramadan untukku dan selamatkanlah aku (dari maksiat) di bulan Ramadan.”

Doa Hari Kedua

Allâhumma qarribnî fîhi ilâ mardhâtika, wa jannibnî fîhi minsakhatika wa naqimâtika, wa waffiqnî fîhi liqirâati âyâtika birahmatika yâ Arhamar râhimîn.

Artinya: “Ya Allah, dekatkanlah aku di bulan ini dari ridha-Mu, hindarkanlah aku di bulan ini dari kemurkaan-Mu, dan anugerahkanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk membaca ayat-ayat (kitab)-Mu dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Lebih Pengasih dari para pengasih.”

Doa Hari Ketiga

Allâhummarzuqnî fîhidz dzihna wattanbîh, wa bâ’idnî fîhi minas safâhati wattamwîh, waj’allî nashîban min kulli khyarin tunzilu fîhi, bijûdika yâ Ajwadal ajwadîn.

Artinya: “Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini kecerdasan dan kesadaran diri, jauhkanlah aku di bulan ini dari ketololan dan kesesatan, dan limpahkanlah kepadaku sebagian dari setiap kebajikan yang Engkau turunkan di bulan ini. Dengan kedermawanan-Mu, wahai Dzat Yang Lebih Dermawan dari para dermawan.”

Doa Hari Keempat

Allâhumma qawwinî fîhi ‘alâ iqâmati amrika, wa adziqnî fîhi halâwata dzikrika, wa awzi’nî fîhi liadâi syukrika bikaramika, wahfazhnî fîhi bihifzhika wa satrika, yâ Absharan nâzhirîn.

Artinya: “Ya Allah, kuatkanlah diriku dibulan ini untuk melaksanakan perintah-MU, anugerahkan kepadaku di bulan ini kemanisan mengingat-Mu, dengan kemurahan-Mu berikanlah kesempatan kepadaku di bulan ini untuk bersyukur kepada-Mu demi kemurahan-Mu, dan dengan penjagaan dan tirai-Mu jagalah diriku di bulan ini, wahai Dzat Yang Lebih Melihat dari orang-orang yang melihat.”

Doa Hari Kelima

Allâhummaj’alnî fîhi minal mustaghfirîn, waj’alnî fîhi min ‘ibâdikash shâlihînal qânitîn, waj’alnî fîhi min awliyâikal muqarrabîn, bira’fatika yâ Arhamar râhimîn.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang memohon pengampunan, jadikanlah aku di bulan ini dari golongan para kekasih-Mu yang dekat dengan-Mu. Dengan kasih sayang-mu wahai Dzat Yang Lebih Pengasih dari para pengasih.”

Doa Hari Keenam

Allâhumma lâ takhdzulnî fîhi lita’arrudhi ma’shiyatika, wa lâ tadhribnî bisiyâthi naqimika, wa zahrihnî fîhi min mûjibâti sakhatika, bimannika wa âyâtika yâ Muntahâ raghbatir râghibîn.

Artinya: “Ya Allah, jangan Kau hinakan aku di bulan ini karena keberanianku bermaksiat kepada-Mu, jangan Kau cambuk aku dengan cambuk kemurkaan-Mu dan jauhkanlah aku dari (segala perbuatan) yang menyebabkan murka-Mu. Dengan anugerah dan kekuasaan-Mu wahai Puncak Harapan para pengharap.”

Doa Hari Ketujuh

Allâhumma a’innî fîhi ‘alâ shiyâmihi wa qiyâmihi, wajadzdzibnî fîhi min hafawâtihi wa âtsâmhi, warzuqnî fîhi dzikraka bidawâmihi, wa bitawfîqika yâ Hâdil mudhillîn.

Artinya: “Ya Allah, bantulah saya dibulan ini dalam melaksanakan puasa dan ibadah, jauhkanlah aku di bulan ini dari kesalahan dan doa-dosa (yang tidak pantas dilaksanakan) di dalamnya, dan anugerahkanlah kepadaku di bulan ini (kesempatan untuk) mengingat-Mu untuk selamanya dengan taufik-Mu, wahai penunjuk jalan orang-orang yang sesat.

Doa Hari Kedelapan

Allâhummarzuqnî fîhi rahmatal aytâm, wa ith’âmath tha’âm, wa ifsyâas salâm, wa shuhbatal kirâm, bithawlika yâ Malja-al âmilîn.

Artinya: “Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini untuk mengasihani anak-anak yatim, memberi makan, menebarkan salam dan bersahabat dengan orang-orang mulia. Dengan keutamaan-Mu, wahai Tempat Bernaung orang-orang yang berharap.”

Doa Hari Kesembilan

Allâhummaj’allî fîhi nashîbam mir rahmatikal wâsi’ah, wadinî fîhi libarâhînikas sâthi’ah, wa khudz binâshiyatî ilâ mardhâtikal jâmi’ah, bimahabbatika yâ Amalal musytâqîn.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah kepadaku di bulan sebagian dari rahmat-Mu yang luas, tunjukanlah aku di bulan ini kepada tanda-tanda-Mu yang terang, dan tuntunlah aku kepada ridha-Mu yang maha luas. Dengan cinta-Mu wahai harapan orang-orang yang rindu.”

Doa Hari Kesepuluh

Allâhummaj’anî fîhi minal mutawakkilîna ‘alayka, waj’alnî fîhi minal fâizîna ladayka, waj’alnî fîhi minal muqarrabîna ilayka, bi-ihsânika yâ Ghâyatath thâlibîn.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang bertawakal kepada-Mu, jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang jaya di haribaan-Mu, dan jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang telah dekat kepada-Mu. Dengan kebaikan-Mu wahai tujuan orang-orang yang berharap”

Disklaimer

Dasar Hukum Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik menegaskan sebagaimana dalam Pasal 28 F Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyebutkan bahwa setiap Orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh Informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, dan menyimpan Informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments